Teknologi

Membedakan Belanja Online Yang Aman dan Beresiko


Bagaimana cara membedakan belanja online yang aman dan beresiko? Sama seperti mata uang, perkembangan teknologi di bidang jual beli yang menyebabkan adanya sistem jual beli online memang mempunyai dua sisi yaitu keuntungan dan kerugian. Keuntungannya, seseorang yang tidak punya banyak waktu berbelanja akan bisa mengakses kebutuhannya. Dengan demikian, daya beli masyarakat di suatu negara juga akan bertambah. Namun di sisi lain karena sistemnya online dan tidak bertemu secara langsung, maka resiko terjadinya tindak penipuan juga akan semakin luas.

Sebagai konsumen yang bijak, seseorang harus bisa memilah mana kegiatan belanja online yang aman dan beresiko. Jangan sampai hanya karena tren atau keinginan sesaat seseorang akhirnya harus menanggung kerugian finansial yang bisa jadi cukup signifikan. Berbelanja online yang aman akan membantu mencukupi kebutuhan dengan tidak mengurangi alokasi waktu untuk bekerja atau beristirahat.

Memilih toko online yang domisilinya tidak jauh dari rumah adalah cara yang paling dasar untuk mengurangi resiko penipuan. Meskipun toko online adalah sebuah home industry, tetapi saat bisa ditemui pemiliknya langsung dan melakukan kroscek keaslian toko, resikonya akan lebih kecil. Meskipun hanya sekedar membeli makan siang atau bekal untuk anak, keamanan dalam berbelanja online tetap harus diprioritaskan.

Selanjutnya, untuk berbelanja online yang aman seseorang juga harus memperhatikan proses pembuatan produk. Apakah penjual memperlihatkan proses pembuatannya, misalnya dengan foto bagian produksi atau pabrik pengemasan. Jika penjual online melakukan hal ini, maka ada kemungkinan yang besar bahwa kegiatan yang dilakukan jujur. Dalam artian, jika kondisi pabrik bersih, bisa diakses dan teruji laboratorium tentunya akan berbeda dengan sebuah produk yang langsung terlihat dalam kemasan dan penyajiannya saja tetapi tidak diketahui bagaimana cara pembuatannya.

Apabila ada teman atau relasi yang membuka toko online, sebaiknya pertimbangkan untuk membeli produk – produk disana. Mengapa demikian? Karena saat teman yang dekat membuka usaha, ada ruang lebih untuk bertanya – tanya seputar produk. Hal ini tentu akan meningkatkan kepercayaan konsumen dalam membeli produk – produk yang “sehat”, meskipun tidak harus di bidang kuliner atau kesehatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *